Pulihkan Lahan Pasca-Bencana, BRMP PKH Genjot Pertanaman Padi di Aceh Tamiang
ACEH TAMIANG - Akselerasi swasembada pangan di provinsi Aceh terus digenjot. Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Perakitan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan (PRMPKH/BRMP PKH), Akmalul Hadi, SAP., MAP, bersama plt. Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Ruminansia Kecil (BPP RK/BRMP RK) Muhammad Syawal Hasibuan, S.Pt. M.Si. melakukan koordinasi dan verifikasi lapangan di Kabupaten Aceh Tamiang (27/6). "Koordinasi dan verifikasi lapangan ini guna mempercepat rehabilitasi lahan pasca-bencana banjir Aceh Tamiang," ungkap Akmalul.
Fokus utama diarahkan pada percepatan rehabilitasi lahan sawah yang tengah dikebut dengan target seluas 712 Ha di tiga kecamatan terdampak. Sebagai langkah konkret intervensi pemulihan pasca-bencana, pasca-rampungnya rehabilitasi lahan tersebut akan segera dideklarasikan melalui "Gerakan Tanam Perdana" yang berpusat di Teluk Halban guna membangkitkan kembali produksi pangan daerah.
Sebagaimana dijelaskan Syawal, yang juga merupakan Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur, selain rehabilitasi lahan, langkah taktis juga difokuskan pada optimalisasi infrastruktur air melalui penyediaan irigasi perpompaan (irpom) reguler. "Untuk Aceh Tamiang pada tahun 2026 ini disediakan di 70 titik," tuturnya.
Lebih lanjut Syawal menyampaikan bahwa pemerintah daerah setempat mendorong agar alokasi irpom ini diperbanyak untuk diarahkan ke wilayah lokasi guna mengatasi kendala keterbatasan debit air sumur bor dan ketergantungan air pasang di wilayah seperti Kecamatan Bendahara. Penataan ini juga dibarengi dengan rencana perbaikan bangunan konservasi dan regulasi air, termasuk penanganan kerusakan pintu air akibat anomali cuaca pasca-banjir, demi mengembalikan fungsi pengairan sawah secara jangka panjang.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani, validasi data serta verifikasi teknis lapangan ini diharapkan dapat segera mengurai kendala pasca-banjir. "Langkah konkret ini menjadi bukti komitmen nyata pemerintah dalam mengawal pemulihan ekonomi petani sekaligus mewujudkan target swasembada pangan nasional yang berkelanjutan," tutup Akmalul. (ppk/nh)