Kepala BRMP PKH: Penyuluh dan BP Ujung Tombak Pembangunan Pertanian Aceh
ACEH TIMUR - Dr. drh. Agus Susanto, M.Si., Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan (PRMPKH/BRMP PKH) selaku Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Aceh, menyatakan bahwa para Penyuluh dan Brigade Pangan (BP) merupakan ujung tombak pembangunan pertanian. Hal tersebut disampaikannya saat melaksanakan kegiatan Tanam Serempak bersama Brigade Pangan Semangat Muda di Desa Tanjung Tualang, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur (01/05/2026). Kegiatan penanaman serempak ini menjadi momentum penting dan strategis untuk memacu target realisasi tanam padi, khususnya dalam rangka mencapai target LTT yang telah ditetapkan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BBPSDMP) Dr. Idha Widi Arsanti, SP. MP.; Kepala Loka Perakitan dan Pengujian Ruminansia Kecil (BRMP Ruminasia Kecil) selaku PJ Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Tamiang Muhammad Syawal Hasibuan, S.Pt. M.Si.; Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) R. Hermawan, S.P., M.P.; Direktur Polbangtan Medan Dr. Nurliana Harahap, S.P., M.Si.; Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Aceh Timur, serta perwakilan dari Kodim Aceh Timur, Polres Aceh Timur, serta para Babinsa dan Penyuluh Pertanian Aceh Timur.
Pada kesempatan tersebut, PJ Swasembada Pangan Aceh menekankan pentingnya penyuluh menguasai dengan baik berbagai ilmu, seperti ilmu air, tanah, pertumbuhan, tanaman, penyakit serta meteorologi. Penyuluh juga dituntut untuk menjalin kolaborasi lintas sektor yang lebih erat, mulai dari jajaran Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, hingga unsur TNI dan Polri, sebagai upaya penanganan pasca bencana hidrometeorologi akhir tahun 2025. "Ujian ini (bencana hidrometeorologi) harus dihadapi dengan kesabaran, keuletan dan kerja keras dan daya tahan yang tinggi. Saya yakin dengan kita bersama-sama bekerja dan bekerja sama kita bisa mengembalikan pertanian lebih meningkatkan lagi, produksi maupun produktivitasnya," ujarnya.
Senada dengan PJ Swasembada Pangan Aceh, Kepala BBPSDMP menegaskan Sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh, TNI, Polri, dan generasi muda adalah pondasi yang kuat bagi ketahanan pangan nasional. Dinyatakannya kegiatan yang dilakukan di Aceh Timur ini merupaka bukti bahwa pertanian Indonesia siap bergerak serempak demi kedaulatan pangan nasional.
Selain itu, Kepala BBPSDMP menekankan bahwa pemanfaatan mekanisasi dan semangat kolaboratif adalah kunci untuk mencapai target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Kepala BBPSDMP pun mengapresiasi semangat para pemuda yang tergabung dalam Brigade Pangan Semangat Muda.
Selepas acara Tanam Serempak di Kecamatan Peureulak Barat, PJ Swasembada Pangan Aceh dengan didampingi PJ Swasembada Pangan Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Tamiang meninjau lahan pertanian yang terdampak bencana di Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur.