Thumb

SISWANI

KEPALA BALAI BESAR PERAKITAN DAN MODERNISASI VETERINER







Profil

drh. Siswani, M.Biomed. resmi dilantik sebagai Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Veteriner (BRMP Veteriner) pada tanggal 6 Februari 2026. Beliau dikenal sebagai sosok profesional di bidang kesehatan hewan dan masyarakat veteriner dengan pengalaman panjang dalam layanan diagnostik, pengujian, serta pengembangan standar veteriner nasional.

Karier sebagai Aparatur Sipil Negara dimulai pada tahun 2011 sebagai Medik Veteriner Ahli Pertama di Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros. Selanjutnya, beliau menjabat sebagai Medik Veteriner Ahli Muda pada periode 2014–2022, dan sejak tahun 2022 hingga sekarang mengemban amanah sebagai Medik Veteriner Ahli Madya. Pada tahun 2025, Siswani menjabat sebagai Kepala Kelompok Kerja Layanan Penilaian Kesesuaian dan Kerja Sama (LPKKS) di BRMP Veteriner. Sebelumnya, pada periode 2009–2025, Siswani menjabat sebagai Kepala Laboratorium Serologi di BBVet Maros.

Dalam perannya sebagai Kapoksi LPKKS, Siswani menjabat sebagai Kepala Kelompok Kerja Layanan Penilaian Kesesuaian dan Kerja Sama di BRMP Veteriner. Beliau dipercaya mengemban berbagai jabatan strategis, antara lain sebagai Ketua Kelompok Layanan Penilaian Kesesuaian dan Kerja Sama, Ketua Tim Pengelola Sekretariat Komite Teknis Perumusan SNI 65-20 Kesehatan Masyarakat Veteriner, serta Ketua Tim Konseptor Penyusunan SNI Rumah Potong Hewan Ruminansia Besar. Selain itu, beliau juga menjabat sebagai Manajer Diagnostik pada Unit Layanan Diagnostik, Ketua Tim Kerja Pengujian (2023–2025), Tim Diagnosis dan Penguatan Metode Veteriner, serta aktif dalam pengelolaan informasi dan diseminasi publik sebagai Redaktur Tim Pengelola Website, Pimpinan Editor Media Sosial, dan Pengawas Layanan Unit Perpustakaan.

Dalam bidang inovasi, Siswani berperan dalam pengembangan Indonesia Brucella Abortus Serum Standard (IBASS) sebagai National Quality Control (NQC). Sejak tahun 2013, IBASS diproduksi secara berkelanjutan sebagai persyaratan akreditasi pengujian serologis dan saat ini digunakan oleh hampir seluruh laboratorium veteriner di Indonesia, termasuk laboratorium karantina, Disease Investigation Center (DIC), dinas teknis, Balai Kesehatan Hewan, pusat penelitian, dan perguruan tinggi. Hingga kini, IBASS telah dimanfaatkan oleh sekitar 70 laboratorium veteriner dan disediakan secara gratis. Selain itu, beliau juga menghasilkan hak paten “Intranasal Vaccine Design CTA1-OmPH-DD for Septicemia Epizootica” pada tahun 2025.

Atas dedikasi dan pengabdiannya, Siswani menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya X dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2024. Beliau juga berhasil masuk dalam 80 Terbaik dari 2.300 peserta pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) SINOVIK Tahun 2025 melalui inovasi “Duovir-AI: Dua Perlindungan terhadap Avian Influenza” yang diselenggarakan oleh Kementerian PANRB.

Riwayat pendidikan formal beliau dimulai dari Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2001–2005, dengan gelar Sarjana Kedokteran Hewan (SKH). Pendidikan profesi Dokter Hewan diselesaikan di IPB pada tahun 2005–2007. Selanjutnya, beliau menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Hasanuddin, Program Studi Ilmu Biomedik, pada tahun 2022–2024, yang semakin memperkuat kompetensinya di bidang biomedik dan diagnostik veteriner.

Selain pendidikan formal, Siswani, M.Biomed. secara konsisten meningkatkan kompetensi profesional melalui berbagai pelatihan, baik di dalam dan luar negeri, mencakup bidang sistem manajemen mutu, manajemen biorisiko laboratorium, biosafety dan biosecurity, serta kesiapsiagaan dan mitigasi penyakit hewan menular dan zoonosis. Di antaranya adalah Awareness Training Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001:2015, Awareness Training ISO 35001:2019 tentang Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium, serta berbagai pelatihan terkait keselamatan kerja di laboratorium dan penggunaan biosafety cabinet. Pada masa pandemi, beliau aktif mengikuti berbagai pelatihan dan forum ilmiah yang membahas COVID-19, SARS-CoV-2, serta potensi penyakit zoonotik lain seperti Virus Nipah, Lumpy Skin Disease, dan Surra, yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Direktorat Kesehatan Hewan, Badan Standardisasi Nasional, serta institusi dan asosiasi profesional terkait.

Dalam bidang organisasi profesi, Siswani aktif sebagai anggota Asosiasi Epidemiologi Veteriner Indonesia (sejak 2018), Indonesia Biorisk Association (sejak 2020), Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sulawesi Selatan dan Barat (sejak 2009), serta Perhimpunan Alumni IPB Cabang Sulselbar (sejak 2010).