Tingkatkan Kapasitas, Brigade Pangan Model Ikuti Pelatihan Manajemen Usaha Tani Padi Batch 2
CIAWI (30/07/2025) - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mengadakan Peningkatan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi bagi Brigade Pangan Model Tahun 2024 Batch 2 yang digelar pada Rabu - Minggu, 30 Juli - 02 Agustus 2025 secara hybrid di Balai Besar Pelatihan dan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi Komplek Bumi. Mengangkat semangat Brigade Pangan Model sebagai contoh praktek terbaik (best practice), kegiatan ini diikuti oleh 125 peserta secara luring dan 173 peserta daring dari 14 Provinsi di seluruh Indonesia.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Dr. Idha Widi Arsanti hadir dalam kegiatan tersebut untuk memberikan laporan kegiatan dan pembukaan secara resmi kegiatan.
Dalam sambutannya, Kepala BBPSDMP menegaskan bahwa Brigade Pangan yang hadir merupakan brigade pangan pilihan yang diusulkan oleh masing-masing PJ dan memiliki track record yang bagus serta memiliki potensi yang menjanjikan sebagai role model brigade pangan bagi masing-masing Provinsi. “Brigade pangan ini menjadi brigade pangan model yang harus siap dengan segala konsekuensinya, artinya harus bekerja keras, bekerja cepat serta mampu menginspirasi dan memotivasi rekan-rekan brigade pangan lainnya”, ujar Santi.
Acara ini diawali dengan laporan penyelenggaraan oleh Kepala Kepala BPPSDMP, Dr. Idha Widi Arsanti dan dilanjutkan dengan Arahan dan Paparan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Ali Jamil Harahap. Adapun agenda utama kegiatan yaitu pembekalan materi dan diskusi. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber utama yakni Mat Syukur (Tenaga Ahli Menteri Pertanian bidang Pengembangan Kelembagaan dan Pembiayaan Pertanian), Sam Herodian (Staf Khusus menteri Pertanian) dan Mastur (Perwakilan Inspektur II, Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian)
Ketiganya menyampaikan materi strategis seputar pengelolaan Brigade Pangan meliputi proses bisnis, pengembangan brigade pangan serta tugas dan kewajiban brigade pangan maupun penyuluh pendamping. Tidak kalah penting, diskusi kelompok (FGD) yang menjadi bagian dari rangkaian acara menghasilkan beberapa rekomendasi untuk pengembangan Brigade Pangan kedepan agar profitable dan mensejahterakan Petani serta mendukung pencapaian Swasembada Pangan Republik Indonesia.
Peningkatan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi bagi Brigade Pangan Model Tahun 2024 Batch 2 menjadi momentum strategis untuk penguatan kelembagaan dan sebagai garda terdepan dalam edukasi pertanian dan ketahanan pangan nasional, sejalan dengan visi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.